Mundur di Tengah Jalan, Warga DKI Diimbau Tidak Pilih Prijanto
Sumber: www.okezone.com

Wakil Gubernur DKI Prijanto (Foto: Istimewa)
JAKARTA – Pengamat Politik Fadjroel Rahman, menyesalkan kemunduran Prijanto dari jabatannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Padahal masyarakat sudah memilih dan memberikan kepercayaan, namun Prijanto dengan mudah meninggalkan jabatan tersebut di tengah jalan.
“Disesali para pejabat mundur di tengah jalan terutama yang dipilih langsung oleh publik,” ujar Fadjroel kepada okezone, Senin (26/12/2011).
Menurut Fadjroel, jika pejabat publik mundur dari jabatan dikarenakan lalai menjalankan amanat atau terkena kasus pidana tindak pidana korupsi tidak masalah, namun dia menyayangkan hanya kerena urusan pribadi dengan atasannya sampai harus mengundurkan diri.
“Mundur karena kasus pidana korupsi atau lalai menjalankan tugas itu tidak masalah, itu tidak ada yang ada di republik ini. Jarang sekali pejabat publik begini,” tutur Direktur Pedoman Institut ini.
Kata Fadjroel, solusi yang tepat untuk para pejabat publik yang mundur dari jabatannya di tengah jalan adalah dengan menghukumnya yaitu tidak memilihnya saat yang bersangkutan mencalonkan diri kembali jadi gubernur.
“Jadi tidak ada jalan lain selain menghukumnya, tidak memilih saat dia mencalonkan diri nanti, begitu juga parpolnya jangan dipilih lagi. 20 parpol yang kemarin mendukung juga harus dihukum atau diacuhkan,” katanya.
Baginya, pejabat yang bersikap demikian tidak mempunyai integritas moral. “Mereka berjanji ke rakyat, janji harus ditepati, ketika tidak ditepati orang itu tidak punya integritas moral sebenarnya karena belum menyelesaikan janjinya. (sus)
